Laporan Buku (Tugas IV)

Published June 2, 2012 by indahsaroong

Judul                     : Marmut Merah Jambu
Penulis                 : Raditya Dika
Penerbit              : Bukune
Terbit                    : 2010
Genre                   : Nonfiksi-Komedi
Halaman              : 222 halaman


Pendahuluan

Novel ini memiliki genre komedi, tapi bukan komedi yang isinya lawakan-lawakan semata. Novel ini berisi tentang kehidupan Raditya Dika yang dikemas dengan kelucuan khas Raditya. Di dalam novel ini Raditya juga menulis kalimat-kalimat ungkapan yang dia buat sendiri. Menurut saya novel ini sangat menarik, ringan untuk dibaca, dan tidak membosankan😀.

Ringkasan Buku

Marmut Merah Jambu adalah buku kelima dari Raditya Dika, novel ini berisi tentang pengalaman cinta Raditya sendiri dan diselingi dengan kelucuan khas penulisnya sehingga pembaca tidak bosan ketika membaca novel ini. Secara keseluruhan novel ini menceritakan bagaimana Raditya Dika mengalami yang namanya jatuh cinta, dari mulai bagaimana jatuh cinta dengan diam-diam, sampai menyukai orang lewat chatting. Dari mulai susahnya mutusin hubungan dengan seorang cewek, sampai disukai oleh cewek aneh. Dari mulai nembak cewek sampai akhirnya membuat janji seperti lazimnya orang pacaran lainnya. Janji yang terkadang tidak bisa ditepati.

Ada beberapa bagian di dalam novel ini :

Bagian satu : Berjudul ‘Orang yang Jatuh Cinta Diam-Diam’. Menceritakan tentang pengalaman Raditya dan temannya yang menyukai cewek, tapi mereka tidak bisa mengatakan kepada cewek yang mereka suka. Dan mereka akhirnya memilih untuk jatuh cinta diam-diam.

Bagian dua : Berjudul ‘Misteri Surat Cinta Ketua OSIS’. Menceritakan tentang Raditya dan teman-teman SMP-nya yang menjadi detektif untuk mencari pengirim surat cinta yang diberikan kepada ketua OSIS.

Bagian tiga : Berjudul ‘Balada Sunatan Edgar’. Menceritakan tentang adik Raditya yang paling kecil bernama Edgar yang dari tidak mau disunat, hingga akhirnya mau disunat.

Bagian empat : Berjudul ‘Pertemuan Pertama dengan Ina Mangunkusumo’. Menceritakan tentang Raditya ketika SMA yang menyukai seorang cewek populer, dan memberanikan diri untuk mengajaknya jalan.

Bagian lima : Berjudul ‘Pertemuan Terakhir dengan Ina Mangunkusumo’. Menceritakan tentang pertemuan Raditya dengan Ina setelah beberapa tahun tidak bertemu.

Bagian enam : Berjudul ‘Panduan Menghadapi Cewek Sehari-hari’. Menceritakan tentang tulisan Raditya bagaimana cara menggombal yang benar atau yang salah, cara putus dengan pacar dalam sudut pandang cewek dan cowok.

Bagian tujuh : Berjudul ‘Surat Kepada Menteri Perdagangan’. Menceritakan tentang lelucon Raditya tentang penyebab langkanya tempe pada waktu itu.

Bagian depalan : Berjudul ‘Catatan Si Pemeran Utama dengan Muka Kayak Figuran’. Menceritakan tentang perjalan novel Kambing Jantan (novel peratama Raditya Dika) yang dijadikan sebuah film layar lebar.

Bagian sembilan : Berjudul ‘How I Meet You, Not Your Mother’. Menceritakan tentang pertemuannya dengan seorang cewek yang Raditya panggil Shero, hingga akhirnya mereka jadian.

Bagian sepuluh : Berjudul ‘Buku Harian Alfa’. Menceritakan bagaimana jika kucing peliharaan Raditya yang bernama Alfa bisa menulis diary.

Bagian sebelas : Berjudul ‘Cinta Di Atas Sepotong Chatting’. Menceritakan tentang pengalaman cinta Raditya melalui chatting, sampai akhirnya mereka memutuskan untuk ketemuan.

Bagian duabelas : Berjudul ‘Dabel Trabel’. Menceritakan tentang fans Raditya yang memiliki sifat agak aneh dan ternyata kembar. Keduanya ingin menjadi pacar Raditya.

Bagian tigabelas : Berjudul ‘Marmut Merah Jambu’. Menceritakan tentang Raditya dan pacarnya yang sedang jalan-jalan di kebun binatang, dan kesimpulan dari novel ini.

Ringkasan cerita bagian empat ‘Pertemuan Pertama dengan Ina Mangunkusumo’ :

Ketika Dika (penulis) menginjak kelas dua SMA dia jatuh cinta dengan seorang cewek cantik di sekolahnya yang bernama Ina. Sebenarnya Dika sering menelepon Ina. Tapi ketika telepon diangkat oleh Ina, Dika langsung menutup teleponnya. Hari sabtu pun tiba, Dika bingung ingin mengajak pergi siapa. Dika memberanikan diri untuk mengajak Ina jalan. Dia mengirim SMS untuk Ina yang isinya mengajak Ina untuk keluar bareng. Ina pun membalas SMS Dika menyetujui ajakan Dika. Dika bingung ingin memakai baju apa di first date-nya.

Kemudian Dika memutuskan untuk menelepon Ara, teman sekolah Dika yang memiliki selera fashion yang bagus. Ara menyarankan Dika untuk memakai kaos dan celana jeans, karena menurut Ara tidak ada yang bakal salah dengan kaos dan celana jeans. Dika mengikuti perkataan Ara. Dika mengambil kunci mobil. Dia bertemu dengan Mama Dika  yang baru keluar dari kamar. Kemudian bertanya pada Dika sudah memakai parfum atau belum. Dika menjawab belum dan memang tidak punya parfum. Mama Dika kembali ke kamar untuk mengambil parfum dan kembali pada Dika untuk menyemprotkan parfum miliknya ke tubuh Dika. Dika kesal karena menurutnya parfumnya memiliki wangi ibu-ibu.

Dika berangkat menuju ke rumah Ina. Akhirnya Dika sampai di rumah Ina, Dika berdiri di depan pagar menunggu Ina datang. Mereka berdua pergi untuk menonton film. Sambil menunggu jadwal film mereka, Dika dan Ina memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Mereka mengobrol tentang banyak hal, dan ternyata Ina cukup senang untuk mengobrol. Di dalam bioskop Dika lebih banyak memperhatikan Ina pada saat menonton. Saat mereka pulang, di mobil Dika berusaha mengungkapkan kalo dia senang jalan dengan Ina sambil menatap mata Ina. Tapi ucapan Dika belom selesai, Ina tiba-tiba teriak. Karena Dika tidak melihat jalan, mobil pun naik ke atas trotoar dan berhenti tepat di depan sebuah pohon. Kejadian itu membuat Dika mengurungkan niat untuk mengungkapkan kata-katanya tadi.

Dika dan Ina melanjutkan perjalanan pulang. Dika mengantarkan Ina sampai di rumahnya. Ketika Dika sudah tiba di rumah, dia kembali menelepon Ara. Ara berkata bahwa jika Ina suka dengan Dika, malam itu Ina pasti mengirim SMS kepada Dika. Tapi ternyata malam itu tidak ada SMS atau pun telepon sama sekali.

Komentar

Secara keseluruhan buku ini sangat menarik, pengalaman cinta dari penulis memang konyol, membuat saya tertawa sendiri ketika membaca novel ini. Gaya bahasa dan penggunaan kata yang digunakan Raditya sangat mengena, misalnya kalimat ‘… Orang yang jatuh cinta diam-diam memenuhi catatannya dengan perasaan hati yang tidak tersampaikan …’. Kemudian alurnya mudah diikuti.

Kesimpulan

Buku ini bukan hanya mengajak pembacanya untuk tertawa tapi juga mengajak pembacanya agar dapat belajar dari pengalaman Raditya Dika sebagai penulisnya. Hikmah lain yang bisa pembaca ambil juga adalah, tentang kekompakan dan curahan kasih sayang sebuah keluarga. Dapat dilihat dari cerita Raditya mengenai keluarganya, terlihat mereka sangat dekat satu sama lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: